Sejarah Perkembangan Print Kain

Desember 19, 2018
Kompas - Industri fashion kian berkembang dengan berbagai mode yang kian unik dan menarik. Perkembangan dunia fashion ini juga diikuti dengan semakin canggihnya dalam memproduksi design kain dengan print kain yang digunakan untuk berbagai jenis busana. Awal mula untuk memiliki designkain berupa motif digunakan teknik tradisional yakni menggambar langsung diatas kain atau sering disebut juga dengan seni lukis kain. Cara ini membuat harga kain bermotif memiliki nilai ekonomis yang tinggi dikarenakan produksinya yang memakan waktu lama dan perlu kehati-hatian.



Teknik membuat motif denga tulisan ini bertahan cukup lama namun suatu ketika berkembanglah teknik baru yang membuat proses produksi tidak perlu lagi memakan banyak waktu yakni cetak sablon. Cetak sablon  atau juga dikenal dengan nama cetak saring ini mulai ditemukan pada tahun 1664 oleh bangsa Jepang . Teknik sablon sendiri ditemukan oleh Yujensai Miyasaki dan Zisukeo yang pada saat itu menggunakannya untuk membuat kimono yang memang dikenal memiliki berbagai kain bermotif.  Teknik ini sebenarnya dikembangkan karena pada saat itu kaisar Jepang menuntut untuk tidak mengizinkan kimono bermotif tulisan tangan beredar di pasaran. Tak ayal para penenun di zaman tersebut berlomba-lomba membuat terobosan.

Cetak sablon pada zaman tersebut  tidak sebagus saat ini sebab menggunakan kain gasa dengan teknik pengecapan atau memakai model cetak.  Pada 1907 Samuel simon dari Inggris mulai menggunakan chiffon dalam cetak sablon. Sejak saat itu teknik sablon mulai berkembang dengan berbagai perombakan  hingga saat ini kita kenal. Sebelumnya teknik ini dikenal dengan nama teknik cetak saring namun orang Indonesia lebih mengenal dengan nama sablon. Sablon berasal dari bahasa belanda yaitu Schablon yang kemudian berubah menjadi sablon.

Selama masa perang dunia usaha ini sangat popular sebab digunakan untuk mencetak bendera juga spanduk yang merupakan atribut perang. Teknik cetak sablon bahkan tidak hanya digunakan pada kain namun juga media lain seperti kaca, kayu,logam bahkan keramik.  Meskipun teknik ini popular namun ketika memasuki tahun 2000an telah berkembang teknik cetak baru yaitu print kain. Print kain ini mengutamakan penggunaan media teknologi seperti computer atau printer khusus yang sering disebut dengan digital printing.

Teknik print kain dengan digital printing tidak hanya mampu menghasilkan berbagai jenis desain namun juga lebih ramah lingkungan. Teknik ini tidak membutuhkan kertas dan memakan waktu relative sedikit untuk produksi.  Keunggulan lainnya hasil desain dari digital printing dikenal lebih tajam dan jernih serta bermodal kecil sehingga anda yang masih pemula dalam usaha percetakan bisa menekan resiko modal dengan cara ini.

Tentunya untuk print kain diperlukan staf desain grafis yang memang memiliki kemampuan mumpuni. Untuk print kain sendiri memiliki harga yang cukup mahal ketimbang jasa sablon yang digunakan pada umumnya. Hal ini dikarenakan biaya peralatan printernya yang tinggi juga tinta yang digunakanpun tidak boleh sembarangan. Kelebihan dari digital printing terdapat pada hasil design kain yang dihasilkan. Anda bisa membuat motif sama persis dengan motif aslinya bahkan mampu menunjukkan gambar 2 dimensi sebelum motif tersebut dicetak.

Kini teknik ini juga berkembang tidak hanya terbatas untuk mencetak kain busana namun bisa digunakan untuk beberapa varian produk. Beberapa kreasi tersebut diantaranya goody bag, lukisan, sarung bantal, label produk dan lain sebagainya.  Anda juga bisa memiliki motif foto anda sendiri yang dapat diaplikasikan sebagai motif bedcover maupun busana keluarga.
Nah sekarang di Indonesia sudah banyak yang menggunakan jasa print kain baik yang online maupun tidak, tetapi jika anda ingin kepoin jasa print kain yang online bisa cek di fullprint.id.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »