5 Cara Menyusui yang Wajib Bunda Kuasai Agar Sukses Meng-ASI 2 Tahun

Desember 21, 2018

Cara menyusui yang benar dan tepat ternyata menjadi modal sukses para Bunda memberi ASI hingga si Kecil berusia 2 tahun. Meskipun, menyusui merupakan hal alamiah, namun tetap saja memerlukan pemahaman yang baik serta cara yang tepat pula. Karena tidak sedikit dari para ibu menyusui yang mengalami kendala dalam menyusui akibat kurang cermat dalam teknik menyusuinya.




Bukan hanya Bunda saja yang harus menguasi cara menyusui dengan benar. Para Ayah juga sebaiknya turut mempelajari hal tersebut. Agar bisa memberikan support terbaiknya kepada Bunda dalam menyusui si buah hati hingga berusia 2 tahun. Oleh sebab itu, yuk Bunda, simak cara dan tips menyusui berikut ini.

  1. Posisi Menentukan
Menyusui akan sangat menyenangkan jika Bunda dan si Kecil berada dalam posisi yang nyaman dan rileks. Sangga si Kecil dengan lengan yang bisa dibantu dengan mengganjalkan bantal. Posisikan kepala si Kecil lebih tinggi dari tubuhnya, agar memudahkannya menelan. Pastikan pula perut si Kecil menempel ke perut Bunda, dan telinga berada dalam satu garis lurus dengan lengannya.

  1. Dekatkan Bayi ke Payudara
Pikat si Kecil untuk membuka mulutnya dengan mendekatkan puting susu ke bagian bawah bibirnya. Atau bisa juga dengan mengoleskan sedikit ASI di sekitaran puting, agar si Kecil dapat membaui aromanya.

  1. Perlekatan (Latch On)
Faktor penting dalam menyusui adalah posisi perlekatan mulut si Kecil pada puting payudara. Bukan saja sekedar menempel pada puting, Bunda. Namun, mulut si Kecil terbuka lebar hingga menutupi bagian oreola (bagian berwarna gelap payudara) secara sempurna. Dengan posisi lidah si Kecil berada di bawah.

Perlekatan ini disebut dengan Latch On. Posisi latch on yang sempurna, memungkinkan si Kecil untuk mendapat limpahan ASI lebih banyak (foremilk dan hindmilk). Selain itu, juga mencegah payudara Bunda mengalami lecet atau luka, akibat gerak mulut bayi menyusui dalam perlekatan yang kurang tepat.

  1. Membantu Posisi Bayi
Jika Bunda mendapati hidung si Kecil sedikit terhalang payudara, Bunda bisa sedikit menekan payudara menggunakan ibu jari dan telunjuk. Tekan hingga hidung si Kecil tidak terhalangi lagi, sehingga ia bisa bernapas dan mengisap ASI dengan lancar. Namun, perlu diingat, jangan sampai menekan terlalu dekat atau pada bagian oreola.

  1. Durasi Menyusui
Untuk bayi ASI, tidak pernah ada jadwal khusus untuk menyusu. Bayi ASI bisa menyusu kapan pun yang ia mau sewaktu-waktu. Umumnya, waktu menyusui bisa setiap 2 jam sekali (atau lebih sering), dengan rentang 5-10 menit setiap sesinya. Untuk bayi yang baru lahir bahkan bisa lebih lama menjadi 15-20 menit. Namun, hal tersebut tidak bisa menjadi patokan baku. Karena setiap bayi akan sangat berbeda-beda kebutuhan ASI-nya.

Bunda dapat mengenali tanda-tanda si Kecil kenyang, bila ia sudah jatuh tertidur dan kepalan jarinya melonggar atau merileks. Untuk melepas payudara, Bunda jangan menariknya. Karena hal tersebut dapat membuat payudara luka dan lecet. Cukup selipkan ujung jari kelingking melewati sudut mulut si Kecil dan posisikan di antara gusinya. Kait ujung puting, lalu perlahan tarik keluar.

Lalu gendong si Kecil dengan posisi tegak dengan tetap menyangga bagian belakang kepalanya untuk menyendawakannya. Bunda tidak perlu khawatir jika ternyata si kecil tidak bersendawa. Itu artinya, perlekatannya sudah cukup baik sehingga tidak ada udara yang ikut terhisap masuk.

Ada baiknya juga jika Bunda memantau kecukupan ASI si Kecil di awal-awal usianya. Bayi dengan kecukupan ASI akan berganti popok kain minimal 6 kali dalam 24 jam. Serta mengalami kenaikan bobot sesuai KMS.
Nah, Bunda, itu tadi beberapa cara menyusui yang benar, yang bisa Bunda terapkan kepada si Kecil. Selamat menyusui!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »